Paracetamol: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Informasi Singkat

Nama Generik Paracetamol (Acetaminophen)
Golongan Analgesik & Antipiretik
Bentuk Tablet, sirup, suppositoria
Dosis Dewasa 500mg – 1000mg setiap 4–6 jam
Butuh Resep? Tidak (Obat Bebas/OTC)
Keamanan Ibu Hamil Kategori B (relatif aman)

Apa Itu Paracetamol?

Paracetamol adalah obat pereda demam dan nyeri yang paling umum digunakan di Indonesia. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin di otak — zat yang menyebabkan rasa nyeri dan menaikkan suhu tubuh.

Berbeda dengan aspirin atau ibuprofen, paracetamol tidak mengiritasi lambung, sehingga lebih aman untuk orang dengan maag atau gangguan pencernaan.

Fungsi & Manfaat

  1. Meredakan demam — Menurunkan suhu tubuh pada demam akibat infeksi flu atau batuk
  2. Meredakan nyeri ringan hingga sedang — Sakit kepala, nyeri gigi, nyeri otot, nyeri haid
  3. Nyeri pasca-vaksinasi — Aman untuk demam ringan setelah vaksin
  4. Anak demam — Bentuk sirup tersedia untuk bayi dan anak

Yang BUKAN fungsinya: Paracetamol tidak mengobati penyebab demam (hanya meredakan gejala) dan tidak mengurangi peradangan seperti ibuprofen.

Cara Pakai & Dosis

Dewasa (12 tahun ke atas)

  • Tablet 500mg: 1–2 tablet setiap 4–6 jam sesuai kebutuhan
  • Maksimal: 4000mg (8 tablet) per 24 jam
  • Minum dengan air putih

Anak (sesuai berat badan)

  • Sirup: 10–15mg per kg berat badan, setiap 4–6 jam
  • Maksimal: 60mg per kg berat badan per 24 jam
  • Gunakan pipet atau spuit takar yang tersedia

Tips Minum

  • ✅ Bisa diminum sebelum atau sesudah makan
  • ✅ Minum banyak air putih
  • ❌ Jangan mengonsumsi alkohol bersamaan
  • ❌ Jangan melebihi dosis maksimal (bahaya untuk hati!)

Komposisi & Cara Kerja

Zat aktif: Paracetamol 500mg per tablet.

Paracetamol diserap di usus, mencapai kadar puncak dalam darah dalam 30–60 menit, dan diekskresi melalui urine dalam 24 jam. Obat ini bekerja pada pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri.

Efek Samping

Yang Umum (jarang terjadi jika dosis normal):

  • Mual ringan
  • Sulit tidur (insomnia ringan)

Waspada (jika overdose):

  • Mual dan muntah berulang
  • Nyeri perut bagian atas
  • Kehausan berlebihan
  • Kuning pada kulit atau mata (kerusakan hati)

⚠️ Overdosis paracetamol = EMERGENCY. Segera ke IGD jika meminum lebih dari 8 tablet dalam waktu singkat.

Peringatan & Kontraindikasi

Jangan gunakan jika:

  • Alergi terhadap paracetamol
  • Gangguan hati berat (sirosis, hepatitis)
  • Kecanduan alkohol kronis

Gunakan dengan hati-hati jika:

  • Gangguan ginjal
  • Sedang minum obat pengencer darah (warfarin)
  • Asma (beberapa orang sensitif)

FAQ Paracetamol

Q: Bolehkah ibu hamil minum paracetamol?
A: Ya, paracetamol adalah analgesik paling aman untuk ibu hamil (kategori B). Hindari aspirin dan ibuprofen di trimester ketiga.

Q: Paracetamol sama Panadol sama?
A: Panadol adalah merek dagang. Zat aktifnya paracetamol — efeknya sama.

Q: Bisa menyebabkan kantuk?
A: Tidak. Paracetamol bukan obat antihistamin, jadi tidak menyebabkan kantuk.

Q: Kenapa demam tidak turun?
A: Bisa karena dosis kurang, dehidrasi, atau infeksi bakteri yang memerlukan antibiotik. Jika demam lebih dari 3 hari, periksakan ke dokter.

Q: Anak 1 tahun minum berapa?
A: Sirup paracetamol 120mg/5ml: umumnya 5ml per dosis (sekitar 60mg), setiap 4–6 jam sesuai anjuran dokter.


Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan referensi medis umum. Bukan pengganti konsultasi dokter. Jika Anda memiliki kondisi khusus, sedang hamil, atau minum obat lain, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.

Referensi: British National Formulary (BNF), BPOM RI, WHO Essential Medicines List.

📩 Butuh konsultasi? Hubungi apoteker kami.
🔗 Info lengkap produk: obatmu.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *