Domperidone: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Daftar Isi


Apa itu Domperidone?

Domperidone adalah obat antiemetik yang termasuk dalam golongan antagonis dopamin D2-reseptor. Obat ini bekerja dengan cara memblokir aksi dopamin pada area kemoreseptor pemicu mual di sistem saraf pusat, sehingga mengurangi sensasi mual dan muntah. Domperidone juga meningkatkan motilitas saluran pencernaan dengan mempercepat pengosongan lambung dan memperkuat kontraksi otot lambung, yang membantu mencegah refluks asam lambung ke kerongkongan.

Di Indonesia, Domperidone tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, termasuk tablet (VOMETA FT) dan sirup (VOMETA SYR 1MG/ML). Ketersediaan dalam bentuk sirup membuatnya mudah diberikan kepada anak-anak atau orang dewasa yang kesulitan menelan tablet. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter karena memiliki profil keamanan yang perlu diperhatikan, terutama pada pasien dengan gangguan jantung atau hati.

Nama Generik Domperidone
Golongan Obat Antiemetik / Prokinetik (Dopamin D2-antagonis)
Bentuk Sediaan Tablet 10 mg, Sirup 1 mg/ml
Butuh Resep Dokter? Ya (obat keras)
Kategori Kehamilan Berdiskusi dengan dokter

Fungsi & Manfaat Domperidone

Domperidone memiliki manfaat utama dalam mengatasi gangguan pencernaan dan mual-muntah. Berikut adalah fungsi utama obat ini:

  • Mengatasi mual dan muntah akut: Efektif meredakan mual-muntah akibat gastritis, mabuk perjalanan, atau efek samping obat lain (seperti kemoterapi).
  • Meningkatkan motilitas lambung: Mempercepat pengosongan lambung sehingga mengurangi rasa kembung dan rasa penuh setelah makan.
  • Mengurangi refluks asam lambung (GERD): Membantu memperkuat sfingter esofagus bawah dan mempercepat pengosongan lambung, mengurangi gejala maag dan nyeri ulu hati.
  • Meringankan sindrom dispepsia: Mengatasi rasa tidak nyaman di perut atas, kembung, dan cepat kenyang setelah makan.
  • Meningkatkan sekresi prolaktin: Pada dosis tertentu, Domperidone dapat digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui (off-label, harus dengan pengawasan dokter).

Cara Pakai & Dosis Domperidone

Dosis Domperidone harus disesuaikan dengan usia, kondisi klinis, dan respons pasien. Berikut adalah pedoman umum penggunaan:

Dosis untuk Dewasa

  • Tablet: 10 mg (1 tablet) sebanyak 3 kali sehari sebelum makan.
  • Maksimal: 30 mg per hari (3 tablet).
  • Durasi: Maksimal 1 minggu untuk mual-muntah akut. Untuk dispepsia kronis, dapat digunakan lebih lama dengan pengawasan dokter.

Dosis untuk Anak-Anak

  • Sirup (1 mg/ml): 0,25 mg/kgBB per dosis, diberikan 3 kali sehari sebelum makan.
  • Atau: 0,3 – 0,5 mg/kgBB per hari dalam 3 dosis terbagi.
  • Maksimal: 1 mg/kgBB per hari.
  • Catatan: Anak di bawah 12 tahun harus menggunakan sirup dan dosis harus ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan.

Petunjuk Penggunaan: Tablet ditelan utuh dengan air putih 15–30 menit sebelum makan. Sirup dikocok sebelum digunakan. Jangan melebihi dosis yang diresepkan. Jika gejala tidak membaik dalam 2–3 hari, segera konsultasikan ke dokter.

Komposisi & Cara Kerja

Komposisi utama: Domperidone maleate setara dengan Domperidone 10 mg (per tablet) atau 1 mg/ml (per sirup).

Cara kerja: Domperidone bekerja sebagai antagonis selektif pada reseptor dopamin D2 di area kemoreseptor pemicu mual (CTZ/area postrema) dan pada reseptor D2 di dinding lambung. Efek farmakologisnya meliputi:

  1. Efek antiemetik: Menghambat stimulasi CTZ oleh dopamin, sehingga mengurangi refleks muntah.
  2. Efek prokinetik: Meningkatkan tonus dan motilitas otot lambung dan duodenum, mempercepat transit gaster, dan meningkatkan koordinasi antrum-pilorus-duodenum.
  3. Meningkatkan tekanan sfingter esofagus bawah: Mengurangi refluks gastroesofageal.

Domperidone memiliki penetrasi ke otak yang rendah dibandingkan metoclopramide, sehingga risiko efek ekstrapiramidal lebih kecil. Namun, hal ini juga berarti ia harus diberikan dalam dosis lebih tinggi untuk mencapai efek antiemetik yang setara.

Efek Samping Domperidone

Seperti obat lainnya, Domperidone dapat menyebabkan efek samping. Sebagian besar bersifat ringan dan sementara, namun beberapa memerlukan perhatian medis.

Efek Samping Umum

  • Sakit kepala ringan
  • Mengantuk atau pusing
  • Diare atau sembelit
  • Rasa kering di mulut
  • Kram perut ringan

Efek Samping Jarang tapi Serius

  • Gangguan irama jantung (prolongasi QT / aritmia): Terutama pada dosis tinggi atau pasien dengan faktor risiko jantung. Ini adalah alasan utama pembatasan penggunaan Domperidone di beberapa negara.
  • Ginekomastia (pembesaran payudara pada pria): Akibat efek prolaktin-tinggi.
  • Galaktorea (produksi ASI berlebih): Bisa terjadi pada pria maupun wanita.
  • Alergi berat: Ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan wajah, atau sesak napas.

Jika Anda mengalami denyut jantung tidak teratur, pusing berat, atau reaksi alergi setelah minum Domperidone, segera hentikan penggunaan dan cari bantuan medis.

Peringatan & Kontraindikasi

Jangan menggunakan Domperidone jika:

  • Anda memiliki riwayat aritmia jantung, penyakit jantung koroner, atau prolongasi QT.
  • Anda sedang menggunakan obat yang juga memperpanjang interval QT (misalnya: eritromisin, ketokonazol, antidepresan trisiklik).
  • Anda memiliki tumor hipofisis (prolaktinoma).
  • Ada obstruksi mekanis pada saluran pencernaan (misalnya: perdarahan gastrointestinal, perforasi).

Peringatan penting:

  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan hati (dosis perlu dikurangi).
  • Pada pasien ginjal, dosis dapat disesuaikan.
  • Efek interaksi obat mungkin terjadi dengan obat-obat yang menghambat CYP3A4 atau P-glikoprotein.
  • Jangan gunakan bersama antasida atau obat penghambat asam lambung dalam waktu bersamaan; beri jeda 2 jam sebelum atau sesudahnya.

FAQ Seputar Domperidone

1. Apakah Domperidone aman untuk ibu hamil?

Data keamanan Domperidone pada kehamilan terbatas. Meskipun tidak terbukti teratogenik, penggunaan pada trimester pertama harus dibatasi. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya selama kehamilan.

2. Berapa lama efek Domperidone bekerja?

Efek antiemetik Domperidone umumnya dirasakan dalam 30–60 menit setelah minum. Makanan dapat memperlambat absorbsinya, jadi dianjurkan minum 15–30 menit sebelum makan.

3. Bisakah Domperidone digunakan untuk bayi?

Penggunaan pada bayi harus dengan resep dokter. Dosis diberikan berdasarkan berat badan. Jangan memberikan obat ini pada bayi tanpa petunjuk dokter spesialis anak.

4. Apakah Domperidone bisa menyebabkan ketergantungan?

Tidak, Domperidone tidak termasuk obat adiktif. Namun, penggunaan jangka panjang harus diawasi oleh dokter karena risiko efek samping kardiovaskular.

5. Apakah boleh minum Domperidone bersama Promag?

Antasida seperti Promag dapat mengurangi absorbsi Domperidone. Jika memang membutuhkan keduanya, beri jeda minimal 2 jam. Sebaiknya konsultasikan dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.

Produk terkait yang tersedia di Obatmu: VOMETA SYR 1MG/ML, VOMETA FT Tablet, ZINC SIRUP.

Referensi: British National Formulary (BNF) – Domperidone

Disclaimer

Informasi di artikel ini disusun berdasarkan referensi ilmiah yang tersedia secara umum, termasuk monografi British National Formulary (BNF). Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti konsultasi medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum memulai, mengubah, atau menghentikan pengobatan. Obatmu tidak bertanggung jawab atas penggunaan obat tanpa rekomendasi profesional kesehatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *